Setiap orang memiliki kebutuhan terhadap wawasan dan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang menjadi kebutuhan manusia terdiri dari dua, yaitu ilmu pengetahuan tentang duniawi dan ilmu pengetahuan tentang ukhrowi atau akhirat. Ilmu pengetahuanlah yang menjadikan manusia dapat menjalani kehidupan dengan baik dan teratur. Apa tujuan dari adanya ilmu pengetahuan dan penerapannya? Tujuan dari penerapan semua ilmu pengetahuan adalah untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat. Alangkah mulianya orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Allah telah menjamin kemuliaan dan derajat bagi 'Alim atau orang yang berilmu dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu.
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (al-Mujaadilah: 11).
Secara manusiawi, otak manusia akan senantiasa haus akan ilmu pengetahuan. Namun, mengapa jumlah orang yang berilmu tidak lebih banyak dari yang kurang berilmu? Itu karena manusia memiliki nafsu. Rasa malas dan bosan dalam mencari ilmu merupakan nafsu yang akan senantiasa mengiringi. Selain itu, peran aktif setan dalam menyukseskan kemalasan manusia sangatlah besar. Setan sangat ingin agar seluruh manusia berada dalam kebodohan. Tujuannya adalah agar manusia semakin mudah diajak kepada kesesatan. Na'udzubillaah.
Sungguh besar kemuliaan orang yang berilmu. Tetapi masih ada lagi kemuliaan dan kebaikan dari orang yang berilmu. Bukan hanya memiliki ilmu pengetahuan luas saja, melainkan dirinya mau dan dapat menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. Inilah hakikat manusia yang yanfa'u lighairihi atau bermanfaat bagi orang lain. Seperti sabda Rasulullah SAW. dalam sebuah hadits sebagai berikut :
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”. (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343).
Subhaanallaah...luar biasa bukan?
Oleh karena itu, selama kita merasa memiliki ilmu pengetahuan - sekecil apapun itu - jangan pelit untuk menyampaikannya kepada orang lain. Sampaikanlah dengan harapan mengajarkan suatu kebaikan, dengan niat dan cara yang baik. Insyaallah kemuliaan akan senantiasa mengiringi orang-orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan kebaikan.
Sumber :
- Syaamil Al Quran
- http://fadilahamal.blogspot.com/2007/09/orang-orang-yang-didoakan-oleh-malaikat.html
- gambar http://www.google.co.id/imglanding?q=guru+ngaji&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1216&bih=558&tbs=isch:1&tbnid=IN-6IuwbOdxOOM:&imgrefurl=http://www.kfsemarang.com/%253Fq%253Dnode/385&imgurl=http://www.kfsemarang.com/files/images/useruploads/DSC_3988.jpg&ei=UaBHTfmdM4LNrQfO9eSXBA&zoom=1&w=332&h=500
Secara manusiawi, otak manusia akan senantiasa haus akan ilmu pengetahuan. Namun, mengapa jumlah orang yang berilmu tidak lebih banyak dari yang kurang berilmu? Itu karena manusia memiliki nafsu. Rasa malas dan bosan dalam mencari ilmu merupakan nafsu yang akan senantiasa mengiringi. Selain itu, peran aktif setan dalam menyukseskan kemalasan manusia sangatlah besar. Setan sangat ingin agar seluruh manusia berada dalam kebodohan. Tujuannya adalah agar manusia semakin mudah diajak kepada kesesatan. Na'udzubillaah.
Sungguh besar kemuliaan orang yang berilmu. Tetapi masih ada lagi kemuliaan dan kebaikan dari orang yang berilmu. Bukan hanya memiliki ilmu pengetahuan luas saja, melainkan dirinya mau dan dapat menyampaikan ilmu tersebut kepada orang lain. Inilah hakikat manusia yang yanfa'u lighairihi atau bermanfaat bagi orang lain. Seperti sabda Rasulullah SAW. dalam sebuah hadits sebagai berikut :
Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain”. (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343).
Subhaanallaah...luar biasa bukan?
Oleh karena itu, selama kita merasa memiliki ilmu pengetahuan - sekecil apapun itu - jangan pelit untuk menyampaikannya kepada orang lain. Sampaikanlah dengan harapan mengajarkan suatu kebaikan, dengan niat dan cara yang baik. Insyaallah kemuliaan akan senantiasa mengiringi orang-orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan kebaikan.
Sumber :
- Syaamil Al Quran
- http://fadilahamal.blogspot.com/2007/09/orang-orang-yang-didoakan-oleh-malaikat.html
- gambar http://www.google.co.id/imglanding?q=guru+ngaji&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1216&bih=558&tbs=isch:1&tbnid=IN-6IuwbOdxOOM:&imgrefurl=http://www.kfsemarang.com/%253Fq%253Dnode/385&imgurl=http://www.kfsemarang.com/files/images/useruploads/DSC_3988.jpg&ei=UaBHTfmdM4LNrQfO9eSXBA&zoom=1&w=332&h=500


Tidak ada komentar:
Posting Komentar